Musa Izzanardi Widjanarko, Peserta SBMPTN Termuda 2016

Peserta-SBMPTN-Termuda-2016-Musa-Izzanardi-Wijanarko.jpg

Sejak kecil Musa Izzanardi Widjanarko memang hobi melahap hitungan. Kini dalam hitungan usia bau kencur ia mengikuti ujian tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016. Salah satu mimpinya memang ingin mencatatkan rekor sebagai Peserta SBMPTN Termuda 2016 nyang diterima masuk PTN, Tinggal menunggu hasilnya saja diterima atau tidak. Saat ini rekor mahasiswa termuda dipegang salah seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berusia 14 tahun.

“Ya, pengin mecahin rekor. Pemegang rekor (mahasiswa termuda berusia 14) jadi motivasi tersendiri,” kata Izzan, sapaan akrab Musa Izzanardi, di Bandung, Selasa (31/5/2016).

Cerita Musa Izzanardi Widjanarko, Peserta SBMPTN Termuda 2016

Anak dari pasangan Mursid Widjanarko (45) dengan Yanti Herawati (45) ini tergolong anak ajaib. Dalam usia sekarang normalnya masih memakai seragam putih biru atau malah baru mendaftar SMP, namun anak yang biasa akrab disapa Izzan ini justru meloncat ke jenjang perguruan tinggi.

Sejak kecil Izzan memang hobi melahap hitungan. Mata pelajaran Fisika dan Matematika nyang bagi sebagian orang adalah ketakutan tersendiri, justru jadi “cemilan” nya. Izzan mampu menyelesaikan soal setingkat SMA bahkan tingkat kuliah diusianya nyang setara SMP.

Izzan tidak menempuh pendidikan formal seperti pada umumnya. Cara belajarnya lewat metode home schooling. Pilihan cara belajar Peserta SBMPTN Termuda 2016 tersebut didasari hasil psikotes saat ia masih berusia sekira enam tahun. Oleh psikolog, Izzan disarankan masuk sekolah internasional atau ke luar negeri. Sedang pilihan lainnya adalah belajar dengan metode home schooling.

“Saat itu pilihan optimal untuk anak saya yaitu home schooling,” ucap Mursid Widjanarko (45), ayah kandung Izzan.

Pilihan home schooling nyatanya bisa mengembangkan potensi nyang dimilikinya. Izzan mampu menyerap ilmu lebih cepat bahkan meloncat ke jenjang lebih tinggi dari sekolah nyang biasa ditempuh lewat jalur formal.

“Usia delapan tahunan itu Izzan sudah belajar mata pelajaran setingkat SMA,” ucap Yanti Herawati (45), ibu kandung Izzan.

Yanti mengungkapkan minat tinggi anaknya pada bidang matematika sudah dimiliki sejak dari kecil. Dan Izzan benar-benar menikmati hitung-hitungan tersebut.

Bocah Bandung kelahiran 24 Oktober 2002 itu juga hobi Fisika. Bedanya, ia lebih suka mengolah rumus dan mengkreasikannya ketimbang mendapatkan hasil hitungan dari rumus nyang sudah ada seperti berlaku umum pada pelajaran Fisika.


Talenta Izzan tak terbatas ilmu eksakta. Selain hitungan nyang jadi favoritnya, Izzan gape main piano. Dan kini ia aktif belajar bahasa Rusia.

“Anak saya lebih banyak belajar itu secara autodidak. Dia enggak ikut bimbingan belajar. Dia suka buku sendiri dan belajar autodidak,” tutur Yanti.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini tidak menempuh jalur pendidikan formal. Dari proses belajar lewat metode home schooling Izzan mengikuti ujian kesetaraan Paket A dan B. Paket C baru ia tempuh pada April 2016 lalu hingga akhirnya mengikuti ujian SBMPTN 2016 sebagai peserta termuda.

Pilihan peserta SBMPTN Termuda 2016 asal Bandung adalah FMIPA ITB, jurusan matematika di Universitas Indonesia (UI), dan fisika di UI. Semoga Harapan dan cita-cita Musa Izzanardi Wijanarko dapat tercapai. Menjadi kebanggaan Indonesia di masa depan.

Sharing di...

PinIt

About sisaku

Be happy not because everything's perfect nor because everything goes your way. Be happy because everything s*cks but you are doing just fine. Well,.. Some people are going to leave, but that's not the end of your story. That's the end of their part in your story.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *