Menteri Susi Bobol Keramba Hiu Paus Di Pulau Kasumba, Maluku

Menteri-Susi-Bobol-Keramba-Hiu-Paus-Di-Pulau-Kasumba-Maluku.jpg

Keberadaan ikan hiu paus (rhincodon typus) dalam keramba jaring apung jelas bukan habitat aslinya. Dan temuan spesies ikan langka nyang terkungkung kandang itu membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, mengambil tindakan. Bekerja sama dengan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Perikanan, Wildlife Crime Unit (WCU) dan Wildlife Conservation Society (WCS), Menteri Susi membongkar keramba hiu paus tersebut yang berada di Pulau Kasumba, Seram Barat, Maluku, Minggu (22/05/2016).

Upaya penyelamatan ikan hiu paus dalam keranda jaring apung (KJA) di Maluku tersebut berawal dari informasi Wildlife Conservation Society (WCS). Setelah dilakukan pengawasan terhadap lokasi oleh aparat gabungan dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon, WCU dan Polair Polda Maluku, didapati sepasang hiu paus dengan panjang empat meter dalam keadaan hidup.

KJA tempat ditemukannya ikan hiu paus ilegal tersebut terdaftar atas nama PT Air Biru Maluku adalah sebuah perusahaan milik warga negara Tiongkok bernama Hendrik yang tinggal di Singapura. Sementara Salah satu pengurus perusahaan tersebut adalah oknum penegak hukum.

Keberadaan keramba hiu paus

Keterangan yang didapat dari penjaga keramba, Soim menyebutkan bahwa keberadaan ikan paus dalam keranda itu sudah tiga bulan. Oknum yang mengaku juga sebagai Satgas 115 (Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal) itu mengaku ikan tersebut akan diekspor ke Tiongkok sebagai pertukaran satwa antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok.

“Kepmen (Keputusan Menteri) Nomor 18 Tahun 2013, status perlindungan penuh ikan hiu paus. Salah satu biota perairan yang dilindungi pemerintah dan masuk daftar merah International Union for Conservation of Nature,” kata Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2016).

Perkara ini juga menyangkut Keputusan Menteri KKP Nomor 18 Tahun 2013. Ikan hiu paus ditetapkan sebagai spesies yang dilindungi penuh dan seluruh siklus hidup dan bagian-bagian tubuhnya, kecuali untuk penelitian dan pengembangan.

Kasus pemanfaatan hiu paus (Shark Whale) ini diduga melanggar Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang 31 Tahun 2014 tentang perikanan. Ancaman sanksi yang dapat diberikan sesuai dengan Pasal 88 UU 31 Tahun 2014, yakni, pidana paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

Hingga saat ini belum ada tersangka nyang ditetapkan terkait kasus hiu paus ilegal tersebut, namun penyelidikan masih terus dilakukan oleh KKP dan Kepolisian terkait hiu paus keramba milik PT Air Biru Maluku itu. Sedang biota langka perairan tersebut dilepas liar kembali ke habitat aslinya.

Sharing di...

PinIt

About sisaku

Be happy not because everything's perfect nor because everything goes your way. Be happy because everything s*cks but you are doing just fine. Well,.. Some people are going to leave, but that's not the end of your story. That's the end of their part in your story.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *