Ikan Tuna Sirip Kuning, Satu Ikan Satu Alphard

Ikan-Tuna-Sirip-Kuning-Satu-Ikan-Satu-Mobil.jpg

Indonesia kaya ikan. Ikan Indonesia bikin orang kaya. Sepenggal bait versi suka-suka dari seorang teman ini benar adanya. Kekayaan laut Indonesia memang berlimpah dan bisa menjadi salah satu sumber kemakmuran rakyat. Dari sekian banyak daftar hasil laut Indonesia yang bernilai tinggi, nama ikan tuna sirip kuning (yellowfin) termasuk dalam daftar ikan termahal Indonesia. Sangking berharga nilai tuna sirip kuning sebagai salah satu sajian kuliner, Fauna laut Indonesia ini menjadi perburuan paling dicari oleh kapal ikan asing. Hal itu lantaran harga jual ikan segar tuna sirip kuning di pasar ekspor bisa mencapai Rp 1,2 juta per kilogram.

Habitat ikan tuna sirip kuning di Indonesia nyang salah satunya berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara tepatnya di Pulau Doi nyang berbatasan dengan Samudera Pasifik, juga menjadi sumber pendapatan nelayan lokal. Staf Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Utara‎, Ongen Tambariki‎ mengungkapkan, para nelayan bisa menangkap jenis ikan mahal Indonesia itu mulai dari 3 kg hingga bobot ikan tuna sirip kuning terbesar, 102 kg.

Jika ukuran ikan tuna sirip kuning dihargai Rp 1,2 juta/kilo maka dikalikan 102 kg, berarti harga jual ikan tersebut di pasar ekspor mencapai ‎Rp 122,40 juta.

Pencurian Ikan Tuna Sirip Kuning

Jenis Ikan tuna sirip kuning memang banyak diburu. Selain dijual untuk pasar lokal, ikan tersebut juga diekspor ke China, Jepang sampai paling jauh Amerika Serikat (AS). Biasanya untuk kebutuhan restoran, seperti di Jepang disajikan dalam bentuk sashimi,” terang Ongen saat berbincang di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/5/2016).

Untuk menentukan harga, klasifikasi tuna sirip kuning terbagi dalam grade A, B dan C tergantung tekstur daging. Jika dipasar lokal, ikan dengan nama latin ‘Thunnus albacares’ tersebut dijual Rp 40 ribu/kg, harga ekspor ikan tuna sirip kuning bisa mencapai  Rp 200 ribu-Rp 300 ribu/kg. untuk pasar ekspor Jepang malah dihargai Rp 1,2 juta/kg, jelas Ongen.

Penangkapan ikan tuna sirip kuning di wilayah Indonesia diburu banyak kapal ikan asing mengingat harganya yang relatif mahal. Yellowfin memang punya nilai ekonomis sangat tinggi karena kandungan gizi ikan tuna sirip kuning nyang beda dengan ikan jenis lain. Hal inilah membuat para penyuka tuna rela menghabiskan isi saku mereka untuk mendapatkan ikan jenis ini. Pasar tuna Yellowfin terbesar ada di Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan dan Jepang.

“Seekor ikan tuna sirip kuning atau yellowfin setinggi manusia harganya senilai mobil Alphard. Jadi memang nilainya tinggi sekali,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Anti Illegal Fishing Mas Achmad Santosa, Jakarta, ditulis Senin (14/9/2015).

Indikasi besarnya buntelan duit para pencuri ikan nyang didapat, terlihat dari aksi mereka di perairan yang rela berputar di laut menghindari patroli aparat hukum. Artinya besar untung yang diraih bisa menutup biaya operasional kapal yang tinggi, ungkap Achmad.

“Ada pelaku setelah melakukan bongkar muat di tengah laut (transhipment) ketika menuju ke Thailand, dia harus pakai jalur yang jauh untuk hindari aparat hukum. Kalau dia ambil jarak jauh itu berarti cost (biaya) tinggi, mereka jabanin. Itu artinya nilai ikan yang dibawa tinggi,” cerita dia.

Kini semua berubah. kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti atas moratorium izin kapal tangkap asing membawa berkah bagi nelayan lokal Halmahera Utara. Sekarang pasokan ikan Kabupaten Halmahera Utara melimpah.

“Tadinya saat kapal ikan asing masih banyak lakukan illegal fishing, nelayan lokal paling banyak dapat tangkapan kurang dari 1 ton sebulan. Tapi sekarang bisa lebih dari itu. Ini berkat kebijakan Ibu Susi memoratorium izin kapal asing,” ucapnya.

Ongen mengaku sebelum ada kebijakan dari Menteri Susi, banyak kapal tangkap Taiwan serta Filipina dengan bobot 5-10 Gross Ton (GT) masuk ke teritori Indonesia didaerah Halmahera Utara Pulau Doi dan Pulau Roa. Kini kapal tangkap asing tersebut jadi mikir dua kali melaut di perairan Indonesia. Armada patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kapal patroli Angkatan Laut dari Bitung, selalu melakukan pengawasan keliling di laut Halmahera Utara. “Sekarang kapal patroli dari Bitung rajin berkeliling di Halmahera Utara, sehingga kegiatan pencurian ikan tuna sirip kuning mulai berkurang signifikan,” ucapnya.

Sharing di...

PinIt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *