Hutan Bakau Perimping “Melipir” karena TI Apung. Pelaku DiTindak Tegas

Sungai-Perimping-e1453869981287.jpg

Maraknya aktifitas penambangan di Kepulauan Bangka Belitung sudah tak kenal batas lagi. Seperti lalang yang dibabat habis hingga bersih. Tak perduli di darat, daerah aliran sungai pun kena pasang ponton. Hutan Bakau Perimping yang memiliki potensi wisata tersendiri jadi “melipir” karena ulang penambang timah. Mata pencaharian masyarakat Bangka Belitung disungai pun ikut dibabat. Daerah tangkapan nelayan beradu TI apung. Selasa (26/1) sore, akhirnya Polsek Riausilip mengambil tindakan tegas para penambang Tambang Inkonvensional (TI) apung di Sungai Perimping.

Sungai sekeliling hutan bakau Perimping rusak

Polsek Riausilip akhirnya mengamankan satu pemilik Tambang Inkonvensional (TI) apung Sungai Perimping. Warga Kecamatan Belinyu bernama Bujang itu langsung dibawa ke Mapolsek Riausilip dari TKP sungai Perimping guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Mewakili Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, Syamul Bagja yang menjabat sebagai Kapolsek Riausilip AKP mengatakan bahwa proses penegakan hukum seputaran Sungai Perimping akan terus dilakukan. Hanya saja tindakan pelanggaran hukum di sungai yang meliputi hutan bakau Perimping tersebut berbeda dengan di darat. Karena kondisi di sungai maka tidak bisa diambil tindakan sekaligus, melainkan satu persatu penambang timah itu akan diambil tindakan hukum.

“Kami tidak main-main, semua akan kami ambil tindakan secara hukum, kalau masih membandel dan tidak mau berhenti serta keluar meninggalkan sungai,” ujarnya.

Syamul Bagja mengatakan jika tindakan tegas itu diambil karena peringatakan yang telah disampaikan terus dilanggar para penambang timah.

“Kami berharap, dengan penegakan hukum hari ini (kemarin), penambang di Sungai Perimping sadar dengan sendirinya, untuk segera menghentikan aktivitasnya, mengangkat seluruh ponton, mesin dan peralatan TI apungnya. Jangan beroperasi lagi di sungai Perimping, tapi kalau masih membandel, maka kami tindak tegas dan diproses secara hukum,” katanya.

Dilain pihak Ketua HNSI Kecamatan Riausilip Sun Kim mengatakan, “sejak lama aparat penegak hukum bersama pemerintah telah melakukan penertiban, tapi TI apung Perimping tidak jera. Meski sudah ada ponton dibakar tapi penambang tetap bandel. kalau tujuh dibakar, nanti ponton yang masuk bisa berkali lipat. Penambang timah sungai Perimping menganggap remeh petugas. Mereka menunggu aparat pulang lantas mereka beroperasi lagi.”

Sun Kim memperkirakan di sungai Perimping masih beroperasi kurang lebih 50 unit ponton TI apung. Harapan HNSI dan nelayan adalah penegakan hukum bisa terus berlanjut, hingga sungai bersih dari aktifitas penambangan dan wisata hutan bakau Perimping tidak rusak.

Sharing di...

PinIt

About sisaku

Be happy not because everything's perfect nor because everything goes your way. Be happy because everything s*cks but you are doing just fine. Well,.. Some people are going to leave, but that's not the end of your story. That's the end of their part in your story.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *