Gaya Baru PT Timah Tbk Pecat Karyawan

Gaya-Baru-PT-Timah-Tbk-Pecat-Karyawan.jpg

Gerak aksi massal Ikatan Karyawan Timah (IKT) bulan Januari 2016 lalu ternyata berbuah pahit bagi beberapa karyawan perusahaan plat merah tersebut. Gara-gara demo dua karyawan PT Timah Tbk dipecat dan satu lainnya kena SP3, teguran tertulis 3 dengan sanksi turun jabatan. Keputusan main pecat bisa jadi bukan yang pertama, namun terhitung yang masuk ranah publikasi. Gaya Baru PT Timah Tbk Pecat Karyawan ini jadi ramai setelah mantan karyawannya bingung atas keputusan yang diambil perusahaan hingga menyuarakannya kembali.

Hal ini seperti yang diungkapkan salah satu Salah satu karyawan PT Timah Tbk, Wirstha Firdaus yang mengaku bingung saat mendapat sanksi diberhentikan secara tidak hormat. Alasan Keputusan Direksi memecat mantan ketua IKT tersebut, setelah salah satu dari lima poin yang disampaikannya dianggap membocorkan rahasia perusahaan.

” Ini yang jadi pertanyaan saya, rahasia perusahaan mana yang saya bocorkan. Kalau rahasia perusahaan soal pernyataan sikap saat unjuk rasa, itu,berdasarkan raker IKT bukan Pribadi,” ucap Wirstha.


Menurut Wirstha, sangkaan PT Timah Tbk hingga menurunkan sanksi terhadap sejumlah karyawan termasuk pemecatan atas dirinya sangat tidak beralasan, terkesan dicari-cari.

” Apa yang diputuskan ini, menandakan, Sukrisno selaku direktur sangat antipati terhadap serikat pekerja indonesia. Ini, jelas mengkerdilkan serikat pekerja. Dan ini, menjadi preseden buruk, dan tidak hanya akan terjadi di PT Timah saja, tetapi juga bisa terjadi BUMN lainnya,” ucapnya ketika ditemui di Kantor Dinas sosial Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Senin (04/04/2016)


Wirstha mengatakan sebelum melakukan rapat akbar tersebut pihak direksi sudah menerima hasil raker IKT, namun jawaban yang disampaikan tidak sesuai seperti yang diharapkan hingga tumpah aksi lapangan.

” Kalau rahasia perusahaan soal PT Timah rugi, dan itu yang menjadi alasan membocorkan rahasia perusahaan. Perlu diketahui, informasi itu, sendiri kita ketahui dari direksi atau pejabat PT Timah sendiri yang mengungkapkan ke Media Nasional. Jadi istilahnya kita merefresh ulang, apa yang mereka ungkapkan sendiri,” ucapnya.


Senada seperti yang diungkapkan oleh mantan ketua IKT, Tarmizi yang menjabat sebagai ketua IKT wilayah Belinyu juga mengatakan jika hasil raker IKT ditembus langsung ke direksi.

“Sudah mendapat jawaban, namun tidak memuaskan. Makanya terjadilah rapat akbar tersebut,” ucap pria yang juga mendapat sanksi SP3 penurunan jabatan tersebut.

Berdua, ketua IKT itu akhirnya mendatangi kantor Dinsosnaker untuk berkonsultasi menentukan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya terkait keputusan yang telah dilakukan pihak direksi terhadap mereka.

” Kita mendatangi kantor Dinsosnaker untuk melakukan konsultasi, dan siap melaporkan proses selanjutnya, langkah Tripartit, sebab langkah Bipartit menemui jalan buntu. Sebab sepengetahuan saya sebelum keluar Surat Keputusan tertanggal 1 April kemarin, pihak PT Timah sempat meminta jawaban dari pihak IKT. Dan jawabannya menolak PTDH dua orang karyawan ini. Namun jawaban itu diindahkan dan tetap dilaksanakan,” ujar Wirstha.

Menanggapi Gaya Baru PT Timah Tbk Pecat Karyawan

Kepala Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa dalam menanggapi masalah PT Timah Tbk Bangka Belitung memecat Karyawan tersebut mengatakan, jika posisi pemerintah dalam hal ini Dinsosnaker adalah sebagai mediasi. Membela yang benar dan tidak berpihak pada siapapun.

” Pada intinya, kami menghindari terjadinya PHK. Makanya dicari solusi mulai dari bipartit dan tripartit. Kita juga akan menunggu laporan dari yang bersangkutan selanjutnya.Kita akan cari solusi terbaik antara dua belah pihak. Dan apa duduk persoalannya, tidak serta merta, sebab ada Undang-undang tenaga kerja,” ucapnya.

Konfirmasi secara terpisah terhadap sekretaris coorporate PT Timah, Agung Nugroho melalui telepon dan SMS juga tidak ada jawaban. Mudah-mudahan perkara gaya baru PT Timah Tbk pecat karyawan ini bisa terselesaikan secara bijak.

Sharing di...

PinIt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *